Thursday, September 21, 2017
Home > Event > Peringati Hari Lahir Pancasila, 60 Guru Besar dan 500 dokter Serukan ‘Petisi Kebangsaan’

Peringati Hari Lahir Pancasila, 60 Guru Besar dan 500 dokter Serukan ‘Petisi Kebangsaan’

Infoselebriti.asia – Pancasila yang lahir 72 tahun silam sebagai ideologi bangsa yang menerima keberagaman. Merawat Pancasila adalah merawat keberagaman, keberagaman bukan sekedar bingkai pemersatu bangsa, tetapi Iebih dari itu keberagaman adalah nilai kemanusiaan yang universal. Terjadinya polarisasi rasa kebangsaan yang cukup ekstrim dewasa ini ditambah dengan banyaknya gejolak yang terjadi di masyarakat yang berakibat lunturnya rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), timbul gagasan di antara para dokter di Indonesia dengan berkaca pada napak tilas peran para pendahulunya dalam Kebangkitan Bangsa tahun 1908 untuk membuat suatu gerakan moral meneguhkan kembali kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik indonesia yang berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dokter Bhinneka Tunggal Ika (DBTI) adalah suatu gerakan moral di kalangan dokter dan dokter gigi untuk merespon situasi terkini yang menimpa bangsa Indonesia saat ini. Dalam memperjuangkan persatuan dalam perbedaannya gerakan morai ini meiebur dengan berbagai kalangan masyarakat yang mempunyai visi dan misi yang sama juga menjunjung tinggi konstitusi dan aturan-aturan yang berlaku serta norma-norma dan etika dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Prof. DR. Dr. Ahmad Djoyosugito dalam jumpa pers yang digelar di Gedung Stovia, Jakarta, Kamis, (01/06/2017) menuturkan, gerakan moral ini bersIfat non-partisan, non-sektarian, non-afiiiasi kepada goiongan dan/atau perorangan. “Gerakan ini semata-mata berorientasi membela, menjaga serta merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Pancasila adalah falsafah yang telah terbukti secara historis paling sesuai untuk rakyat Indonesia yang majemuk dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur, sejak berdirinya Budi Utomo, Sumpah Pemuda, sampai Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Karena itu Bhinneka Tunggal Ika harus tetap dipertahankan,” tandasnya.

Prof. DR. Dr. Ahmad Djoyosugito menambahkan, konsep kebhinnekaan adalah konsep yang sangat lekat dengan profesi para dokter. Pada hakikatnya Bhinneka Tunggal lka merupakan roh dari Sumpah Dokter yang menjadi panduan para dokter dalam merawat bangsa sesuai profesinya. “Kami mengajak semua komponen bangsa untuk peduli terhadap kebhinnekaan dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa dari Sabang sampai Merauke. Sebagai Dokter dan Dokter Gigi yang profesional, secara individu, Dokter dan Dokter Gigi yang tergabung dalam DBTI tetap memegang teguh sumpah dokter serta dokter gigi dan tetap merupakan bagian dari Organisasi keprofesian; IDI dan PDGI. Tetapi secara organisasi DBTI tidak menjadi bagian dari IDI. IDI berkiprah dalam pengembangan profesi sedang grup DBTI berkiprah dalam bidang kebangsaan dan bersinergi dengan kelompok masyarakat lainnya yang mencintai persatuan, kerukunan bangsa yang cinta Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika,” pungkas Prof. DR. Dr. Ahmad Djoyosugito, menambahkan.

Sebagaimana teladan para sejawat terdahulu yang berjuang mempersatukan dan membentuk bangsa Indonesia, Ki Hajar Dewantoro, Soetomo, Wahidin Soedirohusodo, Tjipto Mangunkusumo, Radjiman Wideodiningrat, Angka, M Soelaiman, Goemberg, Johanes Leimena, dan lainnya, dokter sebagai anak bangsa punya kewajlban di luar profesinya dan bisa berjuang tanpa meninggalkan kewajiban etiknya saat menjalankan profesinya.

Selain menyampaikan Petisi Kebangsaan, para dokter ini pun menggelar Diskusi Kebangsaan dengan Tema ‘PERAN DOKTER INDONESIA DALAM MENJAGA NASIONALISME DAN PLURALISME UNTUK MENEGUHKAN CITA-CITA PERJUANGAN KEMERDEKAAN NKRI’, bersama Yudi Lutif, MA. PhD (Direktur Eksekutif Reform Institute), DR. Imam B Prasodjo (Sosiolog), Prof. DR.Dr. Ahmad Djoyosugita, SpOT(K) (Mantan Ketua Pengurus Besar IDI), Paguvuban Pengemban dan Penerus Cita-Cita Boedi Oetomo (Keluarga Pahlawan), Prof. DR. Dr. Yati Soenarto, SpA.

Hadir dalam acara itu keluarga dokter perintis pergerakan kebangsaan seperti Keluarga Alm. Dr. Soetomo, Alm. Dr. M. Soelaiman, Alm. Dr. Tjipto Mangunkusumo, Keluarga Alm. Dr. Angka, Keluarga Alm. Dr. Wahidin Sudirohusodo, Keluarga Alm. Dr. Goemberg dan Kel Alm Dr. Radjiman Wideodiningrat. Bersama-sama, mereka memberikan dukungan terhadap Petisi dan turut memperingati hari lahirnya Pancasila. (RZ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *